
GATRAWARTA, JAKARTA – Dilantk sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) untuk periode 2026-2030, Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, ingin menempatkan salah satu cabang olahraga ini sebagai bagian dari transformasi digital dan industri kreatif Indonesia. Bersaing di level internasional menjadi salah satu perhatian dalam era baru PB ESI.
Sejumlah agenda, mulai dari penguatan pembinaan atlet, ekosistem kompetisi, perlindungan pemain, hingga pengembangan industri esports dan gim nasional menjadi agenda untuk kepengurusan PB ESI dalam kepemimpinan Herindra.
Dii awal kepemimpinannya, Herindra juga akan membawa atlet esports terbaik dari Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 di Jepang. Dengan tekad yang kuat, PB ESI menargetkan untuk meraih prestasi gemilang.
Herindra menegaskan bahwa prestasi tidak bisa didapatkan begitu saja. Dibutuhkan latihan yang serius, kerjasama yang kuat, serta ekosistem yang mampu melahirkan atlet dengan mental juara.
“Indonesia memiliki talenta yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut kita ubah menjadi prestasi yang konsisten di tingkat dunia,” ujarnya.
Alasan pembangunan ekosistem yang menjadi perhatian utama PB ESI adalah jumlah gamer aktif di Indonesia yang mencapai 200 juta lebih, di samping itu ada nilai pasar game yang diperkirakn menembus lebih dari 2 miliar dolar AS pada tahun 2026. Angka ini menjadikan Indonesia tidak boleh berhenti sebagai konsumen, tetapi harus hadir sebagai pemain utama dalam rantai esports lokal hingga global.
Herindra menyampaikan penguatan tersebut akan dilakukan melalui pengembangan game developer, event organizer, content creator, dan platform streaming. PB ESI juga akan menyediakan jalur prestasi yang jelas bagi atlet serta memperkuat regulasi dan standardisasi untuk melindungi atlet dan pelaku industri. Prestasi internasional dinilai tidak hanya menghasilkan medali, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi digital Indonesia.




